Kasus Artis Indonesia
Sandra
Dewi kembali melakukan preskon untuk meng-klarifikasi foto-foto bugilnya yang
merupakan hasil rekayasa orang yang tak bertanggung jawab. Dalam kesempatan
tersebut, Sandra didampingi oleh seorang pengamat telematika Roy Suryo dan perwakilan
dari Multivision.
Dalam
pandangan Roy, foto-foto Sandra jelas dan nyata hasil rekayasa semata.
“Foto ini jelas merugikan Sandra Dewi secara mental maupun psikis. Untuk gambar kepala, master-nya diambil dari sebuah situs ternama. Dan kejahatan semacam ini memang ada belum ada undang-undangnya,” jelas Roy di Belezza Permata Hijau.
Lebih lanjut, kata Roy, dirinya sebagai pengamat telematika dan bukan pakar telematika seperti selama ini banyak disebut media, selalu berusaha memberikan jawaban setiap ada pertanyaan.
“Foto ini jelas merugikan Sandra Dewi secara mental maupun psikis. Untuk gambar kepala, master-nya diambil dari sebuah situs ternama. Dan kejahatan semacam ini memang ada belum ada undang-undangnya,” jelas Roy di Belezza Permata Hijau.
Lebih lanjut, kata Roy, dirinya sebagai pengamat telematika dan bukan pakar telematika seperti selama ini banyak disebut media, selalu berusaha memberikan jawaban setiap ada pertanyaan.
“Dan
baru kali ini ada seorang artis secara tulus menelepon saya. Dalam kasus
seperti ini ada tiga jenis motif. Pertama karena korban murni, kedua karena
dijebak dan ketiga dengan sengaja orang tersebut menyebarkan untuk sebuah
popularitas,” papar Roy.
“Dan
kasus Sandra Dewi ini yang pertama. Jelas gambar ini masih terlihat kasar, tapi
dengan kemajuan teknologi tidak menutup kemungkinan akan terlihat lebih halus
pada tahun mendatang,” tambahnya. Sementara Sandra mengaku bahwa foto-foto bugil
hasil rekayasa tersebut merupakan satu bentuk fitnah atas dirinya. Sumber : http://oraumumdewe.blogspot.com/2012/11/contoh-kasus-infringements-of-privacy.html
Ulasan
penulis :
Merubah
sebuah citra dengan sengaja demi mencari popularitas atau menjatuhkan
popularitas objek tersebut sepertinya sudah biasa di dunia entertainment,
khususnya di Indonesia. Banyaknya pengaduan yang dilakukan beberapa artis
menggamarkan bahwa sebuah privacy sudah berubah status menjadi rahasia umum.
Terlepas apakah foto-foto tersebut asli atau hanya rekayasa, seharusnya
pengawasan teknologi di dalam negri harus semakin ditigkatkan. Tidak hanya menerima
teknologi super canggih dari berbagai Negara namun juga paham mengimplementasi
teknologi sesuai dengan kebutuhan yang bermanfaat. Pengaturan telematika di
Indonesia sepertinya masih kurang memuaskan. Semakin banyak pengguna yang
mempelajari teknologi secara otodidak maka mereka akan semakin tertantang untuk
mencoa suatu hal baru. Akan tetapi hal ini berkebalikan dengan jumlah aparat
penegak hukum yang masih sedikit memahami seluk beluk teknologi informasi
(internet), sehingga pada saat pelaku tindak pidana ditangkap, aparat penegak
hukum mengalami, kesulitan untuk menemukan alat bukti yang dapat dipakai
menjerat pelaku, terlebih apabila kejahatan yang dilakukan memiliki sistem
pengoperasian yang sangat rumit. Aparat penegak hukum di daerah pun belum siap
dalam mengantisipasi maraknya kejahatan ini karena masih banyak institusi
kepolisian di daerah baik Polres maupun Polsek, belum dilengkapi dengan
jaringan internet.
No comments:
Post a Comment