Monday, October 27, 2014

Fungsi Bahasa Indonesia
Bahasa merupakan salah satu alat untuk menyampaikan sesuatu melalui komunikasi mulut dengan kata – kata yang sama – sama di ketahui dan digunakan oleh satu dengan yang lainnya. Bahasa menjadi cermin diri kita, baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.
fungsi-fungsi bahasa indonesia secara umum diantaranya adalah
a.       Sebagai bahasa Negara dan pemersatu bangsa
b.      Sebagai Alat komunikasi
c.       Sebagai penunjuk identitas diri
d.      Sebagai alat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi

Macam-macam Ragam Bahasa
Yaitu bisa dibagi 3 berdasarkan media,cara pandang penutur, dan topik pembicaraan.
1. Ragam bahasa berdasarkan media
     
 a. Ragam bahasa Media (Lisan)
                  Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan kalimat. Namun hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan kalimat dan unsur-unsur didalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicara menjadi pendukung didalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan.
                  Pembicara lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicara lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa dituliskan, ragam bahasa itu tidak bisa disebut ragam bahasa tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri- cirinya tidak  menunjukan cir-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dengan tulisan,  ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis. Kedua ragam itu masing-masing adapun ciri dari keduanya:
      Ciri-ciri ragam lisan:
         · Memerlukan orang kedua/teman bicara.
         · Tergantung kondisi, ruang, dan waktu.
         · Tidak harus memperhatikan gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
         · Berlangsung cepat
      Contohnya; “Sudah saya baca buku itu”

 b. Ragam Tulis
          Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulisan makna kalimat yang diungkapkan nya ditunjang oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalomat. Oleh karrena itu, enggunaan ragam baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan dalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk katadan struktur kalimat, serta kelengkapaan unsur-unsur bahasa di dalam struktur kalimat.
    
      Ciri-ciri ragam tulis:
        1. Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara;
        2. Tidak tergantung kondisi, situasi & ruang serta waktu;
        3. Harus memperhatikan unsur gramatikal;
        4. Berlangsung lambat;
        5. Selalu memakai alat bantu;
        6. Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi;
        7. Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka, hanya terbantu dengan tanda baca.
            Contohnya: “Saya sudah membaca buku itu”.
   

2. Ragam bahasa Indonesia dari cara pandang penutur.
    Berdasarkan cara pandang penutur, ragam bahasa indonesia terdiri dari ragam dialek, ragam terpelajar ragam resmi dan ragam tak resmi.
Contoh:
Ragam dialek       : “Gue udah baca itu buku ”
Ragam terpelajar  : “Saya sudah membaca buku itu”
Ragam resmi        : “Saya sudah mmbaca buku itu”
Ragam tak resmi  : “Saya sudah baca buku itu”

3. Ragam bahasa Indonesia menurut topik pembicaraan.
         Berdasarkan topik pembicaraan, ragam bahasa terdiri dari ragam bahasa ilmiah, ragam hukum, ragam bisnis, ragam agama, ragam sosial, ragam kedokteran dan ragam sastra.
Ragam hukum        : Dia dihukum karena melakukan tindak pidana.
Ragam bisnis          : Setiap pembelian diatas nilai tertentu akan diberikan diskon.
Ragam sastra         : Cerita itu menggunakan Flashback.
Ragam kedokteran : Anak itu menderita penyakit kuorsior.



Penggunaan bahasa Indonesia di kalangan masyarakat
     
                  Di kalangan masyarakat Indonesia terlebih lagi di wilayah pemukiman warga, dalam penggunaan bahasa Indonesia kebanyakan masyarakatnya menggunakan bahasa yang mereka bawa dari tempat asala mereka. Dalam arti kebanyakan dari mereka adalah pendatang dari wilayah desa yang bermigrasi ke kota untuk mencoba bertaruh nasib ke kota, sehingga terkadang terdapat banyak bahasa yang campuran seperti jawa – Indonesia, sunda – Indonesia, bahkan sudah sering di telinga saya, jikalau mendengar ada seseorang yang menggunakan campuran bahasa seperti sunda – jawa – Indonesia.

Kelemahan dan kelebihan mempelajari bahasa Indonesia

               Bila harus jujur dalam diri saya sendiri mungkin merasa sangat amat membosankan dalam belajar bahasa Indonesia. Bagaimana tidak kebanyakan dari kita mempelajari bahasa Indonesia sejak dari kecil(baru lahir) hingga sekarang. Mungkin kalian juga akan merasa sama apabila kalian mempelajari sesuatu tapi hal yang di pelajari hanyalah berulang ulang salama belasan tahun.

                  Tapi tidak dapat di pungkiri bahwa bahasa Indonesia memiliki banyak keunikan,
Kelebihan:
-          Banyak memiliki makna dari setiap katanya
-          Memiliki banyak kata untuk mengekspresikan rasa atau perasaan
-          Bahasa Indonesia lebih mudah untuk diungkapkan dari pada bahasa lain
-          Berkembah seiring jaman
-          Dan masih banyak lagi

Kekurangan:
-          Monoton
-          Terkadang terlalu baku untuk berbicara kepada seorang yang lebih tinggi
-          Perubahan dari bahasa inggris ke Indonesia terlalu panjang